PEMBEKALAN DAN PELEPASAN MAHASISWA KKN STAI MIFTAHUL ULUM TASIKMALAYA TAHUN 2025

Tasikmalaya, 24 Agustus 2025

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Tasikmalaya menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025, pada hari Minggu, 24 Agustus 2025, bertempat di Aula STAI Miftahul Ulum. Kegiatan ini merupakan langkah awal dari pelaksanaan KKN yang akan berlangsung mulai tanggal 25 Agustus hingga 5 Oktober 2025.

Pada tahun ini, KKN STAI Miftahul Ulum melibatkan dua kelompok mahasiswa yang akan diterjunkan ke dua desa di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Desa Ciheras dan Desa Sindangkerta. Setiap desa akan menjadi lokasi pengabdian satu kelompok mahasiswa yang akan menjalankan berbagai program kerja selama lebih dari satu bulan ke depan.

Kegiatan pembekalan diisi dengan berbagai materi penting, seperti etika bermasyarakat, manajemen program kerja, teknik komunikasi lapangan, serta strategi penguatan nilai-nilai keislaman dan kemasyarakatan. Para dosen pembimbing lapangan juga memberikan arahan teknis terkait pelaksanaan dan pelaporan kegiatan.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Miftahul Ulum Tasikmalaya, Dr. Nanang Kosim, M.Ag memberikan pesan inspiratif kepada para peserta KKN. Beliau menekankan bahwa KKN bukan sekadar program akademik, melainkan ladang amal dan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Kuliah Kerja Nyata ini adalah momentum emas bagi kalian untuk benar-benar turun tangan dalam menyentuh kehidupan masyarakat. Ilmu yang selama ini kalian pelajari di kelas, saatnya dipraktikkan dengan inovasi dan pendekatan yang membumi. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat dan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat,” tutur Ketua STAI dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau mendorong agar mahasiswa mampu menciptakan inovasi sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tempat KKN, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan lingkungan, maupun pemberdayaan ekonomi berbasis lokal.

Dengan mengusung tema “Optimalisasi potensi masyarakat untuk menjaga dan memberdayakan aset umat”, mahasiswa STAI Miftahul Ulum Tasikmalaya siap untuk menjalani proses pengabdian yang bukan hanya menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi bekal pengalaman hidup yang berharga.

Kegiatan ini ditutup dengan prosesi pelepasan simbolis oleh pimpinan kampus, sebagai tanda dimulainya perjalanan mahasiswa menuju masyarakat, membawa semangat pengabdian, pembelajaran, dan pemberdayaan.

STAI Miftahul Ulum Sukses Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi oleh BAN-PT

STAI Miftahul Ulum Sukses Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi oleh BAN-PT TASIKMALAYA — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum, yang berlokasi di Kampung Derah, Desa Karyabakti, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, sukses menyelenggarakan Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi yang dilaksanakan pada 7–9 Agustus 2025, Kamis hingga Sabtu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ini menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas kelembagaan pendidikan tinggi. Dua asesor berpengalaman hadir dalam proses asesmen ini, yakni Dr. Yopi Kusmiati dan Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag, didampingi staf BAN-PT Ikhwan Tunggul Rahayu. Selama tiga hari, tim asesor melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek kelembagaan. Penilaian mencakup visi-misi, tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga capaian tridharma perguruan tinggi. Saat ini, STAI Miftahul Ulum memiliki empat program studi unggulan, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ahwal al-Syakhsiyyah (AS), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Hukum Ekonomi Syariah. Wakil Ketua III STAI Miftahul Ulum, Agus Yosep Abduloh, M.Pd.I., MBA, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan selamat, sukses, dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras mempersiapkan akreditasi ini. Semoga hasilnya optimal dan membawa STAI Miftahul Ulum ke arah yang lebih maju,” ujar Agus Yosep.

Ia menargetkan, pada 2027 STAI Miftahul Ulum dapat bertransformasi menjadi institut, dan pada 2030 berkembang menjadi universitas daerah yang unggul dan berdaya saing.

“Dengan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika, mitra, dan masyarakat, kami optimis dapat meraih akreditasi terbaik dan mewujudkan cita-cita besar di masa depan,” pungkasnya.

Kegiatan asesmen ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, serta mengukuhkan peran STAI Miftahul Ulum sebagai pusat pendidikan Islam yang berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan daerah.

STAI Miftahul Ulum Tasikmalaya, Menjaga Asa Pendidikan Tinggi Islam di Pedesaan

TASIKMALAYA — Di tengah keterbatasan akses pendidikan tinggi di wilayah pedesaan, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Tasikmalaya hadir sebagai ikhtiar membentuk generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kampus ini lahir dari kesadaran kolektif para tokoh pendidikan Islam di Tasikmalaya akan pentingnya menghadirkan perguruan tinggi Islam yang mampu membangun peradaban bangsa, terutama di daerah yang jauh dari pusat pendidikan tinggi.

Didirikan oleh Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Ulum Tasikmalaya, pendirian STAI Miftahul Ulum diresmikan melalui Surat Keputusan Nomor 041/YPI-M/I/2008, tanggal 10 Januari 2008. Pengakuan pemerintah kemudian datang melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor Dj.I/149/2012, yang menetapkan kampus ini sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta.

Berlokasi di Jalan Raya Derah, Desa Karyabakti, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, STAI Miftahul Ulum berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di kawasan Priangan Timur. Saat ini, kampus membuka Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah), serta menambah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) untuk menjawab kebutuhan umat dan perkembangan zaman.

Dengan visi menjadi Center of Excellent dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis Islam pada tahun 2030, STAI Miftahul Ulum berkomitmen melahirkan lulusan bercirikan Ulul Albab: generasi yang berilmu, berzikir, dan berpikir kritis.

“Pendidikan tinggi Islam harus menjadi lokomotif kemajuan masyarakat. Kami ingin alumni STAI Miftahul Ulum mampu menjadi agen perubahan, membawa nilai Islam ke dalam praktik kehidupan,” ujar salah satu pimpinan kampus.

Di tengah semangat membangun Indonesia Emas 2045, STAI Miftahul Ulum terus mengokohkan peran sebagai penjaga asa pendidikan tinggi Islam di pedesaan, menjembatani cita-cita umat dengan realitas zaman.